Apa itu teorema Bayes?
Teorema Bayes adalah aturan untuk memperbarui probabilitas suatu hipotesis setelah melihat bukti. Rumusnya P(H|E) = P(E|H) × P(H) / P(E): posterior sama dengan likelihood bukti di bawah hipotesis, dikali prior, dibagi probabilitas bukti secara keseluruhan. Rumus ini diturunkan dalam satu baris dari definisi probabilitas bersyarat.
Dalam machine learning, teorema Bayes menjadi dasar Naive Bayes classifier untuk penyaringan spam dan klasifikasi teks, estimasi MAP yang memakai prior pada weight sebagai regularizer, dan Bayesian optimization untuk pencarian hyperparameter. Classifier yang menghasilkan probabilitas kelas terkalibrasi sebenarnya sedang memperkirakan posterior P(kelas | input) yang dijelaskan teorema ini.
Ide utama
- Posterior sebanding dengan likelihood × prior. P(E) hanya menskalakannya agar probabilitasnya berjumlah 1.
- Prior yang tepat 0 atau 1 tidak bisa digeser oleh bukti apa pun.
- Likelihood ratio P(E|H) / P(E|¬H) mengukur seberapa kuat bukti mendukung H dibanding ¬H.
- Dalam bentuk odds, posterior odds = prior odds × likelihood ratio.
- Pembaruan bisa dirangkai: setiap posterior menjadi prior untuk bukti berikutnya.
- Naive Bayes classifier memilih kelas dengan likelihood × prior terbesar.
Pertanyaan umum
Bagaimana teorema Bayes diturunkan?
Tulis probabilitas gabungan H dan E dengan dua cara: P(H dan E) = P(H|E) × P(E) = P(E|H) × P(H). Membagi kedua ruas dengan P(E) menghasilkan teorema Bayes. Tidak ada yang dibutuhkan selain definisi probabilitas bersyarat.
Apa itu conjugate prior?
Conjugate prior adalah prior yang menghasilkan posterior dari keluarga distribusi yang sama, sehingga pembaruan cukup dengan mengubah beberapa angka. Contoh standarnya prior Beta(a, b) pada probabilitas sisi gambar sebuah koin: setelah k gambar dalam n lemparan, posterior-nya Beta(a + k, b + n − k). Pasangan conjugate memungkinkan pembaruan Bayesian yang eksak tanpa integrasi numerik.
Bagaimana teorema Bayes dipakai dalam machine learning?
Naive Bayes classifier menerapkannya langsung untuk memilih kelas dari jumlah kata atau feature lain. Estimasi MAP memaksimalkan likelihood × prior atas parameter model, dan prior Gaussian pada weight menghasilkan L2 regularization. Bayesian neural network dan Bayesian optimization menyimpan posterior penuh atas parameter atau atas fungsi yang tidak diketahui, lalu memakainya untuk mengukur ketidakpastian.
Siapa yang menemukan teorema Bayes?
Thomas Bayes, seorang pendeta Inggris, merumuskan kasus khususnya. Richard Price menyunting catatannya dan menerbitkannya pada 1763, dua tahun setelah Bayes meninggal. Pierre-Simon Laplace mencapai hasil yang sama secara independen pada 1774 dan mengembangkannya menjadi bentuk umum yang dipakai sekarang.
Penjelasan terkait
- Probabilitas dan Distribusi · Lemparan koin, kurva lonceng, dan matematika ketidakpastian
- Naive Bayes Classifier · Klasifikasi probabilistik dengan aturan Bayes
- Estimasi MLE dan MAP · Maximum likelihood dan maximum a posteriori: alasan training bisa berhasil
- Dasar-Dasar Statistik · Rata-rata, varians, simpangan baku, dan Teorema Limit Pusat
- Uji Hipotesis · Mengambil keputusan berdasarkan data dengan hipotesis nol, p-value, dan tingkat signifikansi
- Entropy dan Cross-Entropy · Mengukur kejutan, ketidakpastian, dan kualitas prediksi
Referensi
- Bayes & Price (1763), "An Essay towards Solving a Problem in the Doctrine of Chances", Philosophical Transactions of the Royal Society
- Bishop (2006), "Pattern Recognition and Machine Learning", chapters 1–2
- Goodfellow, Bengio & Courville (2016), "Deep Learning", chapter 3: Probability and Information Theory
Terakhir diperbarui