Apa beda klasifikasi dan regresi?
Klasifikasi dan regresi adalah dua jenis utama supervised learning. Klasifikasi memprediksi kategori, misalnya spam atau bukan spam. Regresi memprediksi angka pada skala kontinu, misalnya harga atau suhu. Bedanya ada pada target yang dipelajari model, bukan pada input atau keluarga modelnya.
Pilihan ini menentukan susunan lainnya: output layer, loss function, dan metriknya. Model regresi biasanya diakhiri output linear dan dilatih dengan mean squared error. Classifier diakhiri sigmoid atau softmax dan dilatih dengan cross-entropy. Credit scoring, diagnosis medis, dan pengenalan gambar termasuk masalah klasifikasi. Peramalan permintaan, estimasi harga, dan prediksi lama rawat pasien termasuk regresi.
Ide utama
- Klasifikasi memprediksi kategori, sedangkan regresi memprediksi angka kontinu.
- Jenis tugas ditentukan oleh variabel target, bukan oleh feature input.
- Regresi biasanya memakai output linear dengan loss MSE atau MAE.
- Klasifikasi biner memakai output sigmoid dengan binary cross-entropy.
- Klasifikasi multi-class memakai output softmax dengan categorical cross-entropy.
- Threshold pada classifier menukar false positive dengan false negative.
Pertanyaan umum
Apakah logistic regression termasuk metode klasifikasi atau regresi?
Termasuk metode klasifikasi. Namanya berasal dari cara kerjanya: ia mencocokkan linear regression pada log-odds kelas positif, lalu meneruskan hasilnya ke sigmoid untuk mendapat probabilitas. Menerapkan threshold pada probabilitas itu menghasilkan kelasnya.
Apakah satu masalah bisa dirumuskan sebagai klasifikasi atau regresi?
Sering kali bisa. Usia bisa diprediksi sebagai angka atau kelompok usia, dan sentimen bisa berupa skor dari −1 sampai 1 atau kelas positif, netral, dan negatif. Regresi mempertahankan urutan dan jarak antarnilai. Klasifikasi lebih mudah ditafsirkan ketika hanya ada beberapa hasil yang berujung pada keputusan berbeda.
Metrik apa yang dipakai untuk klasifikasi dan regresi?
Regresi diukur dengan MAE, RMSE, atau R², yang membandingkan angka prediksi dengan angka sebenarnya. Klasifikasi memakai akurasi, precision, recall, F1 score, dan ROC AUC. Pada data tidak seimbang, akurasi bisa menyesatkan karena model yang selalu memprediksi kelas mayoritas tetap mendapat skor bagus.
Apakah algoritma yang sama bisa melakukan klasifikasi sekaligus regresi?
Kebanyakan bisa. Decision tree, random forest, gradient boosting, k-nearest neighbors, dan neural network semuanya punya versi classifier dan regressor. Struktur modelnya tetap, sedangkan output dan loss-nya berubah: leaf memprediksi rata-rata, bukan kelas mayoritas, atau network diakhiri unit linear, bukan softmax.
Penjelasan terkait
- Loss Function · Cara network mengukur kesalahannya
- Softmax, Logit, dan Temperature · Mengubah skor mentah menjadi probabilitas
- Evaluasi Model dan Metrik · Precision, recall, F1, kurva ROC, dan metrik regresi
- Perceptron · Neural network paling sederhana: satu neuron, satu decision boundary
- Decision Tree dan Split · Recursive partitioning, Gini impurity, dan pruning
- Class Imbalance & Resampling · SMOTE, class weight, dan metrik di luar akurasi
Referensi
- James, Witten, Hastie & Tibshirani, "An Introduction to Statistical Learning" (ISLR), chapters 3 and 4
- Goodfellow, Bengio & Courville (2016), "Deep Learning", chapter 5: Machine Learning Basics
- Zhang et al., "Dive into Deep Learning", Linear Regression
- Bishop (2006), "Pattern Recognition and Machine Learning"
Terakhir diperbarui